Selasa, 10 Agustus 2010

Sambut Ramadhan

Oh sial, (perutku sangat sakit) mungkin sebentar lagi, atau setelah aku menyelesaikan urusan "panggilan alam dalam jangka besar"-ku ini. hahha. --beruntung Fang tidak ada di sini--

Yo,
Selesai sudaaah.. Ehm, hari ini di mulai dengan mata setengah terbuka, kelaparan berlebihan, muka terpaksa dan lain-lain. Karenaaaa hari ini kita para umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa. Haha. Sangat tidak terbiasa. Tapi nanti dbiasakan. Selain itu, biasanya sekolah-sekolah juga di liburkan. Hebat 'kan? Begitulah Indonesia, negeri tercinta yang sangat jongkok. Semestinya mencontoh negara maju di luar sana, ckck (dalam hal baik). Bukannya aku mencela negara sendiri, aku hanya memberi masukan. Hampir semua di liburkan tapi untung swalayan tidak. Pendidikan sangat labil --seolah aku sudah pintar saja!-- tapi karna itu, terlalu mengandalkan hasrat manusiawi seprti tergila-gila pada uang negara. Pemimpin saja sudah parah hemhemhem.

Lho kok jadi ke pelajaran PKN? hahaha!
Mari  kita beralih ke pelajaran Agama Islam, teman.

Sepertinya sudah dari bertahun-tahun yang lalu --entah siapa yang mencipatakan hal ini-- di bulan ramadhan, sebagian besar anak-anak sampai orang dewasa menggunakannya dalam berbuat buruk. Ng, mungkinkata buruk terlalu kejam..tidak baik. Ya, tidak baik, bagus juga. Sebenarnya sih, aku dulu begitu. Karena anak kecil terlalu polos untuk di hasut. Tapi, sudah lewat hal-hal serperti itu dengan sempurna --luka menganga di hati-- ckck. Aku tidak suka membicarakan hal ini, hal yang menuju ke sesuatu yang di sebut cinta monyet. Hueek! Mari kita kembali, dalam kasus tersebut, setiap taraweh mereka memanfaatkannya untuk bertemu dengan pasangan bagi yang punya. Bagi yang belum punya, yah, mereka mencarinya. Ha ha! Astaghfirullah al adziiim..Terlalu ironis.

Alhasil, dari survei yang aku dapat; kebanyakan orang mendapat pacar lebih banyak di bulan ramadhan daripada bulan-bulan lain. Buktinya, adalah temanku --cewek--. Ng, anggap saja namanya Sheila. Si Sheila ini berparas standar menurut anak laki-laki teman rumahku. Tapi, wow tadi saat perjalanan pulang ke rumah kami di cegat di tengah jalan. Panik stengah mati! Berharap Fang langsung datang begitu mendengar doaku yang komat-kamit. Eh tapi, si pencegat langsung minta nope kita (tapi aku bilang, gak punya hape plus pasang muka polos miskin). Trus, basa-basi nanya jalan apa, minta kenalan-- kita langsung kabur-- si pencegat beserta gengnya langsung teriak manggil lalu ketawa kayak abis nonton film komedi. Gila gak tuh? Pas nyampe rumah, hapenya si Sheila bunyi --ampun deh, ringtone-nya kayak jangkriik!!-- yang nelpon si Pencegat tadi. Hiii~~ Tapi yang bodohnya, temanku itu senantiasa meladeninya. Dodol kan? dan ini bukan main-main.

Yaah, cukup ceritanya. Intinya, panjaaaaaaang sekali. Ha ha. Tidak, intinya ialah masih sedikit umat islam terutama umat muslim yang paham betul arti Ramadhan sesungguhnya. Ciee'elaah.

Ada yang tau mengapa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar