Yo,
Gue mau bahas tentang dua guru hebat yang mengisi jam kosong pelajaraan gue di hari Jumaat lalu..
Pukul 07.15 , guru yang semestinya masuk lagi ada pelantikan. Sekolah meminta Wali Kelas gue atau Guru Terbesar kesayangan kami mengisi 3 jam kosong pertama itu. Beliau bercerita tentang kakak kelas kami yang sekarang lagi minggu tenang karena akan menghadapi Ujian Akhir Nasional. Katanya, kelas 3 sekarang rata-rata belum siap. Dia melihat dari hasil belajar mereka akhir-akhir ini. Kakak kelas kalian ini kebanyakan bermain, menganggap ujian itu biasa dan mereka itu terlalu santai ! , kata beliau. Gue merinding disko dengernya. Saat itu juga gue ngebayangin kalo gue jadi mereka... #plakk. Hehe. Ogah !! gue gamau ! gue bisa!! . Guru Besar kami memberi harapan kepada kami. Dia ingin menyelamatkan sekolah. Kalo tidak? para alumni bisa malu!!
Setelah itu 3 jam yang memberi banyaaaak inspirasi, memberi motivasi-motivasi bikin gue ngangguk kepala sendiri. Meskipun beliau menceritakannya dengan versi humor tapi kedengaran sangat tegang. Dia tidak menakuti kami, tapi hanya memberitahu "beginilah bahayanya jika kalian tidak sadar dari sekarang". Gue tau. Dan gue mulai berpikir, selama semester 2 ini jam belajar gue disekolah beda jauuuuuh dengan jam belajar gue dirumah.
Guru Besar kesayangan kami selalu berkata begini, "Ulangilah pelajaranmu hari ini dan ketika waktunya tiba, kau tidak akan sadar bahwa kau tahu". Kalimat itu selalu gue denger dipikiran gue. Tapi, susah woy berubahnya ! Selaluuuu saja ada hambatan. Tapi begitu ada bayangan kelas 3 melintas di otak gila gue, gue langsung ambil inisiatif buat bikin "daftar yang tidak boleh dilakukan" dan "daftar kegiatan yang harus hemat waktu". Belum cukup berhasil sih (kan baru dibikin -,-). Yaah, doakan sajalah gue, Teman. Semoga gue bisa. Ga ngelakuin pola malas selama libur. Dan jika dalam seminggu terjadi perubahan positif, gue bakalan kasih tau Guru Besar kesayangan kami bahwa gue bisa dan ga kaya mereka. Ingat itu! HA HA.
Pelajaran berikutnya 4 jam kosong! seperti tadi, sekolah meminta guru hebat masuk. Tapi bukan Guru Besar Kesayangan Kami gan. Ini beda. Pertama dia membandingkan kami dengan murid-murid dari sekolah yang wow. Tentulah kami merasa diremehkan. Kalo dia tidak cepat selesaikan perbandingannya kami bakalan tidur! haha. Tapi ternyata dia bisa membaca situasi. Kemudian dia bercerita tentang Universitas-universitas kelas dunia. Gilee, gue sekali lagi takjub! Beliau bilang, "Kalau kalian seperti ini terus, masuk di universitas-universitas terbaik Indonesia saja tidak akan mungkin! Lulus dari sekolah ini pun pasti susah." Gue mikir, kalo semua perkataan guru-guru hebat yang masuk hari ini di gabungkan, gue bisa lihat masa depan gue yang ceraaaah. Sekarang aja sambil gue ngetik, gue mikir juga. Kalo gue begini terus, kapan gue bisa bikin senyum nyokap gue jadi berarti? punya makna bahwa gue anaknya bakalan sekolah sampe keluar negri!!! AMIN YA ALLAH :)
-Anita, di suatu tempat
Gue mau bahas tentang dua guru hebat yang mengisi jam kosong pelajaraan gue di hari Jumaat lalu..
Pukul 07.15 , guru yang semestinya masuk lagi ada pelantikan. Sekolah meminta Wali Kelas gue atau Guru Terbesar kesayangan kami mengisi 3 jam kosong pertama itu. Beliau bercerita tentang kakak kelas kami yang sekarang lagi minggu tenang karena akan menghadapi Ujian Akhir Nasional. Katanya, kelas 3 sekarang rata-rata belum siap. Dia melihat dari hasil belajar mereka akhir-akhir ini. Kakak kelas kalian ini kebanyakan bermain, menganggap ujian itu biasa dan mereka itu terlalu santai ! , kata beliau. Gue merinding disko dengernya. Saat itu juga gue ngebayangin kalo gue jadi mereka... #plakk. Hehe. Ogah !! gue gamau ! gue bisa!! . Guru Besar kami memberi harapan kepada kami. Dia ingin menyelamatkan sekolah. Kalo tidak? para alumni bisa malu!!
Setelah itu 3 jam yang memberi banyaaaak inspirasi, memberi motivasi-motivasi bikin gue ngangguk kepala sendiri. Meskipun beliau menceritakannya dengan versi humor tapi kedengaran sangat tegang. Dia tidak menakuti kami, tapi hanya memberitahu "beginilah bahayanya jika kalian tidak sadar dari sekarang". Gue tau. Dan gue mulai berpikir, selama semester 2 ini jam belajar gue disekolah beda jauuuuuh dengan jam belajar gue dirumah.
Guru Besar kesayangan kami selalu berkata begini, "Ulangilah pelajaranmu hari ini dan ketika waktunya tiba, kau tidak akan sadar bahwa kau tahu". Kalimat itu selalu gue denger dipikiran gue. Tapi, susah woy berubahnya ! Selaluuuu saja ada hambatan. Tapi begitu ada bayangan kelas 3 melintas di otak gila gue, gue langsung ambil inisiatif buat bikin "daftar yang tidak boleh dilakukan" dan "daftar kegiatan yang harus hemat waktu". Belum cukup berhasil sih (kan baru dibikin -,-). Yaah, doakan sajalah gue, Teman. Semoga gue bisa. Ga ngelakuin pola malas selama libur. Dan jika dalam seminggu terjadi perubahan positif, gue bakalan kasih tau Guru Besar kesayangan kami bahwa gue bisa dan ga kaya mereka. Ingat itu! HA HA.
Pelajaran berikutnya 4 jam kosong! seperti tadi, sekolah meminta guru hebat masuk. Tapi bukan Guru Besar Kesayangan Kami gan. Ini beda. Pertama dia membandingkan kami dengan murid-murid dari sekolah yang wow. Tentulah kami merasa diremehkan. Kalo dia tidak cepat selesaikan perbandingannya kami bakalan tidur! haha. Tapi ternyata dia bisa membaca situasi. Kemudian dia bercerita tentang Universitas-universitas kelas dunia. Gilee, gue sekali lagi takjub! Beliau bilang, "Kalau kalian seperti ini terus, masuk di universitas-universitas terbaik Indonesia saja tidak akan mungkin! Lulus dari sekolah ini pun pasti susah." Gue mikir, kalo semua perkataan guru-guru hebat yang masuk hari ini di gabungkan, gue bisa lihat masa depan gue yang ceraaaah. Sekarang aja sambil gue ngetik, gue mikir juga. Kalo gue begini terus, kapan gue bisa bikin senyum nyokap gue jadi berarti? punya makna bahwa gue anaknya bakalan sekolah sampe keluar negri!!! AMIN YA ALLAH :)
-Anita, di suatu tempat